Blog

24th February 2016

Persamaan Antara Asuransi dan Fault Tolerant Server

Pertimbangan untuk penggunaan dan pembelian Fault Tolerant Server, seperti Stratus ftServer, memiliki dasar pertimbangan yang sama dalam pembelian produk asuransi.

Salah satu pertimbangan tersebut adalah biaya yang timbul apabila ada kejadian yang tidak di inginkan, termasuk:

  1. Picture1Biaya langsung karena suatu kejadian seperti biaya pengobatan, biaya perbaikan kendaraan, dan lain-lain. Dalam teknologi, biaya tersebut adalah biaya perbaikan sistem;
  2. Biaya tidak langsung seperti Opportunity Cost yang timbul karena, salah satunya, pendapatan yang hilang karena kejadian yang tidak dinginkan tersebut; dan
  3. Biaya intangible yang tidak terlihat dari segi keuangan namun berpengaruh terhadap kredibilitas/reputasi individu ataupun bisnis.

Dengan demikian, perhitungan ketiga komponen biaya tersebut perlu dilakukan dengan baik.  Semakin besar biaya-biaya tersebut, semakin penting kebutuhan Fault Tolerant Server untuk mendukung kegiatan operasional bisnis.

Picture2

Karena itu, seperti asuransi, Fault Tolerant Server tidak hanya dilihat dari biaya yang dikeluarkan pada saat melakukan pembelian – tetapi juga dari biaya yang mungkin timbul apabila terjadi kejadian yang tidak di inginkan – sehingga Fault Tolerant Server, seperti halnya dengan asuransi, memberikan proteksi terhadap biaya kejadian tersebut.

Sekilas mengenai Stratus

Stratus merupakan penyedia Fault Tolerant Server terkemuka.  Sejak tahun 1980, fokus bisnis Stratus adalah Fault Tolerant Server dan Stratus ftServer telah diandalkan oleh berbagai perusahaan ternama di dunia untuk menjalankan mission-critical application yang memerlukan Continuous Availability dan Uptime yang tinggi (99.999%).

Saat ini Stratus telah menyediakan 18,000+ Fault Tolerant system di dunia untuk berbagai macam industry, karena menawarkan manfaat yang sangat besar, termasuk:

  • Stratus ftServer mencegah terjadi nya kehilangan In-memory Data – yang tidak dapat dicegah oleh Cluster System – apabila terjadi Component Failure. Untuk suatu Mission-critical Application, kehilangan In-memory Data bisa menyebabkan menurunnya kepercayaan pelanggan/End User dan reputasi perusahaan;
  • Stratus ftServer memberikan Uptime tertinggi dibandingkan konfigurasi dan arsitektur lain, sehingga menjamin kelangsungan kegiatan operasional. Uptime juga sangat menentukan profitibilitas/keuntungan dari suatu perusahaan.  Sebagai contoh, salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia menyatakan bahwa biaya Downtime di perusahaan tersebut melebihi Rp. 1 milyar per jam dan perusahaan tersebut pernah mengalami downtime sekitar 3 jam karena terjadinya Failover Test yang tidak berjalan dengan baik.  Untuk menghitung biaya dari downtime, bisa menggunakan Downtime Calculator: http://go.stratus.com/l/3302/2012-08-06/2d3rdx

Picture3

  • Menyederhanakan masalah operasional & management karena arsitektur Stratus memberikan Uptime yang tinggi dibandingkan Cluster System tanpa membutuhkan initial setup yang kompleks dan tanpa kebutuhan management rutin yang beresiko tinggi terhadap operasional sistem seperti pelaksanaan Failover Test dan pelaksanaan patching/upgrade yang membutuhkan testing terhadap sistem secara keseluruhan.

Picture4

  • Total Cost of Ownership (TCO) yang lebih rendah walaupun biaya Stratus ftServer lebih tinggi dibandingkan Standard Server. Biaya TCO yang lebih rendah disebabkan beberapa faktor terutama karena berkurangnya kebutuhan software license, baik Operating System, Database, maupun Application.  Selain itu, biaya instalasi maupun maintenance akan berkurang karena Stratus ftServer lebih sederhana dari segi instalasi maupun maintenance dan management, terutama dibandingkan Cluster System.

Picture5

Articles, Standart Posts
About Arisson Mercinova

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *